Tolak Pembangunan Tambak Garam, Warga Desa Gersik Putih Dipolisikan

by

NadaFM, Sumenep — Setelah menghadapi dugaan penyanderaan ponton dan excavator, kini warga yang selama ini getol menolak pembangunan tambak garam di kawasan pantai atau laut Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Sumenep, Jawa Timur, harus kembali berurusan dengan pihak kepolisian.

Kabarnya, beberapa orang dilaporkan atas dugaan pencurian perahu yang terjadi setelah mereka menolak pembangunan tambak garam oleh para investor yang difasilitasi pihak desa setempat.

Dalam kasus tersebut, pelapor atas nama Horri. Dia dikenal sebagai salah satu pekerja proyek pembangunan tambak garam yang ditentang oleh warga. Horry melaporkan kasus pencurian perahu ke Polres Sumenep setelah sekelompok orang diduga mencuri perahu yang biasa digunakan untuk mengangkut material reklamasi.

Penasihat Hukum dari Gerakan Masyarakat Menolak Reklamasi (Gema Aksi), Marlaf Sucipto meyampaikan, Laporan ini berbeda dengan laporan sebelumnya tentang penyanderaan excavator dan ponton, yang dibuat oleh H. Masdura Yuhedi, selaku penggarap.

Marlaf menegaskan tidak ada tindakan kriminalitas atau pencurian perahu dalam aksi penolakan reklamasi yang dilakukan oleh warga, baik secara keseluruhan maupun sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.